Business

LightBlog

Breaking

LightBlog

Minggu, 02 Januari 2011

Kontrofersi kebaikan susu sapi bagi tubuh manusia

Dr. Shinya berpendapat bahwa nutrisi yang terdapat dalam susu cocok untuk anak sapi yang tengah berkembang. Yang penting bagi pertumbuhan anak sapi belum tentu berguna bagi rnanusia. Terlebih lagi, dalam dunia alami, hewan yang minum susu hanyalah bayi yang baru lahir. Tidak ada mamalia yang minum susu setelah dewasa (kecuali Homo sapiens). Inilah cara kerja alam. Hanya manusia yang dengan sengaja mengambil susu dari spesies lain, mengoksidasi, dan meminumnya. Ini bertentangan dengan hukum alam
.
Kami sangat tidak sependapat dengan tulisan atau pernyataan itu, karena bertentangan dengan ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW. Sebagai seorang muslim kami menolak keras anggapan tersebut. Untuk meluruskan hal ini, berikut kami berikan sanggahan dan bukti-bukti berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW.

Susu adalah makanan sekaligus minuman yang baik

Diriwayatkan oleh Imam Abi Daud dari hadits Ibn Abbas :


Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa diberi makanan oleh Allah, maka ucapkanlah “ Ya Allah berilah keberkahan kepada kami di dalam makanan ini, dan berilah kami rizqi yang lebih baik lagi”, dan barangsiapa diberi Allah minuman susu, maka ucapkanlah “Ya Allah berilah keberkahan kepada kami di dalam minuman ini dan tambahilah kami dari susu, karena sesungguhnya aku tidaklah mengetahui apa yang bisa mencukupi dari makan dan minum kecuali susu “

Bisa kita cermati dari hadits di atas bahwa Rasulullah membedakan dalam berdoa ketika mengkonsumsi sesuatu antara makanan dan susu. Dalam makanan Nabi menggunakan konteks “??????? ???? ??? ” (berilah kami rizqi yang lebih baik lagi) tapi ketika berupa susu nabi menggunakan konteks

“????? ??? ” (dan tambahilah kami darinya), ini menunjukkan adanya sesuatu kekhususan pada susu yang tidak didapati pada makanan lainnya dengan bukti nabi hanya meminta tambahan kenikmatan susu karena sudah mengetahui dengan keistimewaan yang ada di dalamnya. Berbeda dengan makanan, nabi justru meminta kenikmatan yang lebih baik lagi. Beliau pun menjelaskan kelebihan susu dalam ucapan setelahnya “karena sesungguhnya aku tidaklah mengetahui apa yang bisa mencukupi dari makan dan minum kecuali susu “ .

Di dalam kitab Tuhfatul Akhwadzi syarh sunan At-Tirmidzi juz 8 hal 353 disebutkan bahwa alasan kenapa nabi menggunakan konteks “ ????????? ?????? “pada susu, tidak menggunakan “??????? ???? ??? ” karena memang tidak didapatkan makanan yang lebih bagus dari susu dan tidak ada yang bisa menghilangkan rasa lapar dan dahaga sekaligus kecuali susu.


Susu, anugerah Allah yang menakjubkan

Jika kita mau meneliti asal usul dari susu, maka sungguh mengagumkan, karena menunjukkan kepada kita begitu besar kekuasaannya Allah SWT. Bagaimana tidak, Allah menciptakan susu yang suci lagi bermanfaat di antara 2 tempat yang najis dan menjijikkan yaitu kotoran di usus besar dan darah, sebagaimana yang termaktub didalam Al-Qur’an surat An-Nahl ; 66 :


“dan sesungguhnya bagi kalian di dalam binatang-binatang ternak ada satu pelajaran. Kami memberi kalian minum dari apa yang ada di perutnya diantara kotoran dan darah (berupa) susu yang bersih yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya “

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah memberi kita minuman dari dalam perut binatang ternak yang mencakup onta, sapi, dan kambing berupa susu yang suci lagi bermanfaat bagi yang meminumnya (baik untuk anak kecil atau orang dewasa). Berarti tidaklah benar bahwa minum susu itu hanya dikhususkan bagi yang masih kecil atau hanya pada susu ASI bukan dari susu binatang ternak, karena bagaimana mungkin kita akan mencela apa yang diberikan oleh Allah SWT.

Susu, minuman Nabi

Rasulullah SAW begitu sering meminum dan memuji susu. Beberapa hadits di bawah ini menjelaskan tentang hal itu, diantaranya:

1. Di dalam shohih Muslim diriwayatkan hadits dari Maimunah

Dalam hadits Ibn Abbas yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad “ ketika Nabi sampai di Masjid Al-Aqsha, maka Nabi sholat, ketika beranjak dari sholat, Nabi diberi 2 wadah berupa susu dan madu, maka Nabi-pun mengambil susu”

Dalam riwayat Imam Muslim dari hadits Anas “ lalu aku (Nabi) masuk kedalam masjid dan sholat 2 rakaat, lalu aku keluar, datanglah Jibril dengan membawa susu dan khomr, maka akupun mengambil susu, lalu Jibril mengatakan “ kau telah mengambil yang suci (yaitu agama islam) “

Perhatikan hadits di atas! Nabi memilih susu daripada madu atau khomr dan Jibril menyatakan susu adalah lambang kesucian.

Dari Ayat al Qur’an dan hadits-hadits di atas dapat disimpulkan bahwa susu adalah makanan yang dianugerahkan oleh Allah untuk manusia. Bahkan kekasih Allah Muhammad Rasulullah serta para shahabat pengikut Rasul meminum susu. Sebagai orang yang beriman sudah seharusnya kita tidak terpengaruh dengan tulisan Prof Dr Hiromi Shinya tapi lebih kita dahulukan ayat Ilahi dan hadits Nabi. Tim F

Bagaimana menurut anda ?

referensi : http://www.forsansalaf.com/2009/bebarkah-susu-ternak-makanan-yang-buruk-bagi-manusia/ ,

http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&nid=69322


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apakah artikel ini berguna? Apa Pendapat Anda?

Adbox